Pondok Pesantren Al-Manar didirikan tahun 1991 Masehi atau
tepatnya pada awal tahun ajaran baru 13 Juli 1991 M = 1 Muharram 1412 H, oleh H.
Abdul Ghani Abdullah (Allahu yarham) di atas lahan sekitar 3 Ha. seorang putera daerah Desa
Karang Mendapo, Kec. Pauh, Kab. Sarolangun, Prov. JAMBI. Seorang pengusaha di
bidang "shawmill" yang dikenal
masyarakat termasuk salah seorang yang mempunyai kepeduliaan sosial yang tinggi
di Kab. Sarolangun (dulu, Kab. SARKO = Sarolangun-Bangko) .
Sedangkan sebagai Pimpinan Pondok
Pesantren (MUDIR
MA�HAD) diamanahkan kepada Abuya Abdullah Shoefie
Manshoor, seorang putra daerah Sarolangun (dari Desa Gurun Tuo) yang
lahir di tanah suci Makkah
al-Mukarramah, dan menghabiskan masa kecilnya di tanah Suci tersebut. Kemudian Abuya Abdullah Shoefie Manshoor kembali pulang ke Jambi bersama orang tuanya Abuya Manshur
Shoefie dan keluarga tercintanya.
Sejak kecil Abuya
Abdullah Shoefie sampai besar dididik langsung ayahanda beliau bernama Abuya Manshoor Shoefie, yang belajar di tanah suci Makkah al-Mukarramah selama 20 tahun .
Setelah
(alm) bapak H.
Abdul Ghani berkenalan dengan Buya H. Abdullah Shoefie
Manshoor seorang mubaligh dari Desa Gurun Tuo, Kec. Mandiangin,
Kab. Sarolangun, Prov. JAMBI, semenjak itulah (alm) H. Abdul Ghani makin
mengenal dan memahami ajaran agama Islam sehingga terbersit (berniat) ingin mendirikan lembaga
pendidikan Islam yaitu Pondok Pesantren dengan tujuan utama agar "
ilmu-ilmu
yang dimiliki Buya Abdullah Shofie Manshoor bisa berkelanjutan dan tersebar ke seluruh masyarakat"
sehingga tidak terhenti di dalam wadah kajian-kajian majelis taklim belaka.
Meski
awalnya Buya H. Abdullah
Shoefie Manshoor kurang menyetujui gagasan Pendirian
Pondok Pesantren dari (alm) H.
Abdul Ghani Abdullah, lantaran Buya H. Abdullah Shoefie Manshoor merasa
kurang mampu di bidang manajemen pendidikan, namun pada
akhirnya Buya Abdullah Shoefie Manshoor menyetujui
juga dan bersedia memimpin lembaga pendidikan yang bernama PONDOK PESANTREN (MA'HAD) AL-MANAR.
Di
atas lahan sekitar 3 Ha milik wakaf (alm) H. Abdul Ghani Abdullah didirikanlah
beberapa bangunan utama berupa : Sebuah masjid, asrama putra dan asrama putra,
ruangan belajar sebanyak 5 lokal, ruang kantor, dapur umum, sumur dan jenset
desel pembangkit listrik sehingga layar terkembang dan
biduk pun dikayuh mengarungi gelombang samudra.
Manajemen
ke luar Pondok Pesantren diurus Drs. Rimbun Soemarsono (menantu
Abuya Abdullah Shoefie) yang meliputi surat-surat permohonan ijin operasional
dan hal-hal yang berkaitan dengan lembaga pendidikan, sementara manajemen ke
dalam Pondok Pesantren diurus ustadz Ahmad Hasan yang meliputi administrasi
Pondok Pesantren, KBM Pondok Pesantren dan hal-hal yang berkaitan dengan proses
KBM lainnya.
Seraya
dengan menyebut satu-kata "BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM",
pada tahun ajaran baru 1991-1992 M = 1412-1413 H, tepatnya pada hari Sabtu, 1 Muharram 1412 H = 13 Juli 1991 M,
dimulailah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM MA�HAD AL MANAR) .
Kehadiran
Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar yang ditetapkan berdirinya pada
tanggal 1 Muharram 1412 H
= 13 juli 1991 M, hari Sabtu Pahing, di Kab. Sarolangun (dulu
bernama Kab. SARKO), Prov. Jambi, telah menambah khazanah keilmuan dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama di kalangan masyarakat
Sarolangun dan sekitarnya.
Pemberian
nama "AL-MANAR"
pada Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar yang bermakna " Mercusuar �
sebagai suluh dan pandu bagi
seluruh biduk dan kapal di lautan agar terhindar dari marabahaya seperti batu
karang atau air laut yang dangkal. Di samping itu nama "AL-MANAR" adalah nama
judul sebuah karya tafsir ulama' besar bernama Syekh Muhammad Rasyid Ridha.
Demikianlah gambaran pemberian nama "AL-MANAR" pada Pondok Pesantren (Ma'had)
Al-Manar.
Pendirian
Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar tidak dimaksudkan untuk berafiliasi ke
organisasi manapun, sampai sekarang Ma�had Al-Manar tetaplah independen
di dalam menyampaikan ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan umum lainnya,
walaupun sebagian pengajarnya ikut bergabung dalam Organisasi Muhammadiyah.
Di sisi lain,
pesatnya laju perkembangan dunia IPTEK, terutama di bidang komputerisasi dan
digitalisasi telah membuat kehadiran Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar yang
terletak di Desa Karang Mendapo, Kec. Pauh, sedapat mungkin bisa mengimbangi
hal tersebut lantaran sudah menjadi tuntutan zaman
dengan tanpa meninggalkan kaidah-kaidah ajaran agama Islam yang sudah
merupakan tuntunan di
dalam kehidupan dan berkehidupan.
Oleh karena
itu sejak tahun-tahun 1995, Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar telah
menggunakan PC komputer (pentium 1) meski masih terbatas pada tenaga pendidik
saja. Keadaan semacam ini semakin tahun semakin diusahakan peningkatannya, baik
dari segi ketrampilan menggunakan PC komputer maupun dari banyaknya unit
komputer itu sendiri.
Kini,
memasuki zaman yang dikenal dengan sebutan 'revolusi industri 4.0 (four point zero)'
dimana semua segi kehidupan bermasyarakat lebih mengedepankan komunikasi dan
kolaborasi di dalam jaringan (networking) melalui apa
yang sering kita sebut dengan 'internet'.
Contoh
sederhana yang sedang dialami di seluruh lembaga pendidikan kita dengan adanya
pandemi COVID-19 yakni adanya keterpaksaan (jika tidak
ingin dikatakan suatu"keharusan") lembaga
pendidikan menerapkan komunikasi dan kolaborasi secara virtual, antara anak
didik dengan pendidik atau antar anak didik dan antar pendidik itu sendiri,
misalnya belajar lewat WA, zoom, classroom dan jenis-jenis lainnya. Semua itu
mengisyaratkan 'revolusi
industri 4.0 (four point zero)' sudah merasuki segi kehidupan
bermasyarakat kita.
Oleh karena
itu, Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar akan tetap mengikuti lajunya
perkembangan dunia sain dan teknologi di era revolusi industri 4.0 (four point zero) ini
dengan tetap memegang kaidah-kaidah ajaran agama Islam yang menjunjung tinggi
ilmu pengetahuan dan teknologi.
Beberapa hal
yang sudah dirintis adalah sebagaimana yang kini telah hadir dihadapan kita
berupa WEBSITE/PORTAL
PONDOK PESANTREN (MA'HAD) AL-MANAR yang manajemennya
dilakukan secara terpadu dan lintas sektoral/jenjang kependidikan. Selain itu
dibentuk pula group-group seperti group alumni, group antara tenaga pendidik
dan kependidikan, antar tenaga pendidik (group asatidz) serta antar tenaga
kependidikan yang kesemuanya dilakukan melalui jaringan internet.
Terlebih
lagi, semenjak tahun 2015, mulai dari santri kelas 3 (setara dengan SMP kelas
IX) sampai santri kelas 6 (setara MA/SMA kelas XII) sudah mengenal ujian tengah
semester secara online dalam berapa mata pelajaran, hingga sekarang. Ini semuanya menandakan bahwa PONDOK PESANTREN (MA'HAD) AL-MANAR telah
siap memasuki dan bersaing sehat di dalam era revolusi industri 4.0 (four point zero).
Demikian gambaran singkat berdirinya
Pondok Pesantren (Ma'had) Al-Manar dengan harapan semoga membawa manfaat bagi
kita semua.
© Direktory Papkis. All Rights Reserved. Created by Bidang Papkis Kanwil Kemenag Provinsi Jambi